Friday, August 31, 2012

Kontrasepsi kalender

Kontrasepsi adalah segala cara yang dilakukan
untuk melawan pembuahan baik yang bersifat
sementara ataupun untuk permanen. Kontrasepsi
ada yang secara alami seperti menyusui,
menggunakan sistem kalender atau membuang
sperma saat ejakulasi. Sedangkan yang tidak
alami contohnya kondom, mengonsumsi pil KB,
menggunakan spiral (IUD) atau suntik KB.
Untuk sistem kontrasepsi secara alami yang
menggunakan sistem kalender, orang Indonesia
pada umumnya menyebut dengan istilah “KB
Kalender”. KB sistem kalender adalah usaha
untuk mengatur kehamilan dengan menghindari
hubungan badan selama masa subur seorang
wanita, sebab pembuahan memang hanya terjadi
pada saat masa subur, atau lebih tepatnya 12-24
jam setelah puncak masa subur (sel telur
dilepas). 12-24 jam ini dari masa hidup sel telur
rata-rata. Sehingga tidak masalah berapa kali
hubungan badan dilakukan, bila bukan selama
masa subur ini dengan sendirinya pembuahan
tidak terjadi dan kehamilan bisa dihindari.
Sebaliknya meski hanya sekali, bila kebetulan
hubungan badan dilakukan pada puncak masa
subur, maka kemungkinan terjadi kehamilan akan
jauh lebih tinggi.
Berbeda dengan sistem kontrasepsi lainnya,
sistem kalender memiliki kelebihan dan karena
itu banyak yang lebih menyukainya.
Pertama, dari segi kesehatan sistem kalender ini
jelas jauh lebih sehat karena bisa dihindari
adanya efek sampingan yang merugikan seperti
halnya memakai alat kontrasepsi lainnya
(terutama yang berupa obat).
Kedua, dari sudut ekonomi, sistem kalender ini
tentu saja sangat ekonomis karena gratis.
Ketiga, adalah masalah psikologis, yaitu sistem
kalender ini tidak mengurangi kenikmatan
hubungan badan itu sendiri seperti bila memakai
kondom misalnya.
Namun kekurangannya adalah mesti ada kontrol
diri dari pasangan untuk ketat berpantang tidak
melakukan hubungan seksual selama masa
subur. Selain itu, kemungkinan kegagalan yang
jauh lebih tinggi, terutama bila tidak dilakukan
pengamatan yang mendalam untuk mengetahui
dengan pasti masa subur.
Yang paling penting untuk KB sistem kalender
adalah Pastikan bahwa ibu memiliki “siklus haid
yang teratur”.
Rata-rata siklus haid adalah 28 hari, yaitu selisih
dari “hari pertama” haid bulan ini dan bulan
berikutnya. Tetapi ini bisa sangat berbeda untuk
setiap individu ! Untuk itu sebaiknya catat di
kalender hari pertama haid anda setiap bulan
untuk mengetahuinya dengan persis siklus haid
rata-rata anda. Maka masa subur secara kasar
adalah hari-hari disekitar pertengahan siklus
haid. Contoh untuk siklus haid 28 hari, maka
masa subur adalah sekitar 14 hari setelah haid
hari pertama atau sebelum hari pertama haid
berikutnya. Hanya perlu diingat untuk
menambahkan 1 hari sebelum dan sesudahnya
karena sel telur mampu bertahan selama 12-24
jam. Atau untuk lebih amannya, tidak ada
salahnya berpantang 3 hari sebelum dan
sesudahnya.
Singkatnya, rumus KB kalender adalah 14+2 dan
14-2 atau (14+2-2). Hari ke empat belas setelah
hari haid pertama, ditambah 2 hari dan dikurang
2 hari, itulah masa subur sang Ibu.

No comments:

Post a Comment